Kalau kamu lagi menyusun rute wisata kuliner Jogja dan merasa semua sudah kamu coba, mungkin kamu belum benar-benar “masuk” ke Jogja kalau belum ketemu sate klathak. Ini bukan sate biasa. Ini sate yang ditusuk pakai jeruji besi sepeda, dibumbui cuma garam, tapi entah kenapa rasanya bisa sedalam itu.
Lokasinya memang agak geser ke selatan—wilayah Bantul. Tapi justru di situlah letak petualangannya. Kamu nggak cuma makan, tapi sekalian “keluar kota sedikit” buat sesuatu yang worth it.
Biar kamu nggak salah arah, ini daftar sate klathak legendaris yang bisa kamu jadikan tujuan.
1. Sate Klathak Pak Bari
Terletak di dalam Pasar Wonokromo, tempat ini jadi makin ikonik setelah muncul di film Ada Apa Dengan Cinta? 2. https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Sate+Klathak+Pak+Bari+Wonokromo Suasananya sederhana, bahkan cenderung apa adanya—tapi justru itu daya tariknya. Daging kambingnya empuk, gurih alami, dan dimakan di tengah hiruk pikuk pasar bikin rasanya jadi lebih “hidup”.
2. Sate Klathak Pak Pong
Salah satu yang paling terkenal, berlokasi di Jalan Stadion Sultan Agung dengan tempat yang luas. https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Sate+Klathak+Pak+Pong Potongan dagingnya besar dan juicy, dengan tingkat kematangan yang pas. Cocok buat kamu yang ingin pengalaman makan sate klathak yang “lengkap”, apalagi dengan menu tambahan seperti tengkleng dan gulai.
3. Sate Klathak Pak Jede
Berada di jalur menuju Wonosari—strategis buat kamu yang nggak mau terlalu jauh ke selatan. https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Sate+Klathak+Pak+Jede Tempatnya bersih dan nyaman, cocok buat yang ingin makan lebih santai. Rasa gurihnya meresap sampai dalam, dan kuah gulainya punya karakter rempah yang cukup kuat.
4. Sate Klathak Mak Adi
Berlokasi di kawasan Jalan Imogiri Timur, sering jadi tujuan warga lokal. https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Sate+Klathak+Mak+Adi Daging kambing mudanya empuk dan minim bau prengus—ini penting. Kuah gulainya cenderung lebih kental, jadi cocok buat kamu yang suka rasa lebih “nempel”.
5. Sate Klathak Pak Masduki
Salah satu pionir sate klathak di daerah Parangtritis. https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Sate+Klathak+Pak+Masduki Bumbunya sederhana tapi meresap, membuktikan bahwa teknik lebih penting dari bumbu. Menariknya, sate kecap di sini juga sering jadi “plot twist” yang ternyata enak banget.
Yang menarik dari sate klathak adalah kesederhanaannya. Nggak ada marinasi ribet, nggak ada saus berlapis. Cuma daging, garam, api arang, dan waktu. Tapi justru dari situ, rasa aslinya keluar tanpa ditutup-tutupi.
Dan seperti kebanyakan wisata kuliner Jogja, pengalaman makannya nggak cuma soal rasa. Tapi juga soal perjalanan, suasana, dan momen makan itu sendiri.
Kalau kamu butuh penutup yang manis setelah pesta daging kambing, kamu bisa melipir ke Kotagede untuk mencicipi Kipo. Kecil, legit, dan cukup buat menenangkan lidah setelah “panasnya” sate.
Karena di Jogja, bahkan sate yang cuma pakai garam pun bisa terasa seperti pengalaman yang lengkap.
Artikel Terkait
-
7 Angkringan Jogja: Dari Legend Sampai Kekinian untuk Kuliner Malam di Jogja
Mulai dari yang legendaris sampai angkringan kekinian, berikut rekomendasi angkringan di Jogja yang wajib masuk daftar kunjungan.
-
Rekomendasi Iga Bakar Murah di Jogja: Enak, Empuk, dan Cocok Buat Kuliner Malam
Belakangan, kuliner iga bakar di Jogja juga makin populer karena menawarkan kombinasi yang sulit ditolak: daging empuk, bumbu medok, dan harga yang ramah.
-
8 Rekomendasi Bakpia Jogja dari yang Legendaris sampai Kekinian
Kalau kamu pulang dari Jogja tanpa bawa bakpia, rasanya ada yang kurang—kayak nonton film tapi skip ending.